Category Archives: Articles

Ardhito Pramono dan Kahitna Mengakhiri The Papandayan Jazz Fest 2023 dengan Gemilang

Bandung, 30 Oktober 2023 – The Papandayan Jazz Fest (TPJF) 2023 ditutup dengan gemilang bersama penampilan tak terlupakan dari Ardhito Pramono dan legenda musik Indonesia, Kahitna feat Arsy Widianto.

Dalam penyelenggaraan tahun ini, TPJF menghadirkan enam panggung utama, termasuk Cimanuk Ballroom, Mirten Lounge, TP Stage, Tropical Garden, dan HB Grill Garden. Hari kedua dimulai dengan semaraknya program Music Clinic oleh Barry Likumahuwa, dengan materi “Rhythm & Groove”, diikuti oleh penampilan memukau dari pemenang ketiga The Papandayan International Online Jazz Competition (TPJC), One Rhythm Surabaya di panggung Cimanuk.

Panggung outdoor di HB Grill Garden tak kalah seru, dengan penampilan meriah dari Harra band asal Bandung, memainkan genre city pop era 1970-an dan 1980-an, di antaranya lagu “Jelajah Rasa” yang memikat para penonton.

Di panggung para maestro jazz, Mirten Lounge menghadirkan penampilan gemilang dari Gerald Situmorang & Abraham Song, Oele Pattiselano Jazz Era, Dwiki Darmawan Quitet feat Ivan Nestorman, serta penganugerahan penghargaan Lifetime Achievement Award untuk Idang Rasjidi. Penghargaan ini menjadi penghormatan istimewa dari TP Jazz kepada almarhum, yang tidak hanya dikenal sebagai musisi, tetapi juga sebagai bagian tak terpisahkan dari keluarga besar TP Jazz. Idang Rasjidi memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan TP Jazz dan musik jazz di kota Bandung.

Barry Likumahuwa & The Rhythm Service tak kalah mengguncang panggung Suagi Grand Ballroom dengan penampilan energik yang disertai dengan saksofonis asal Bandung, Kenneth t Djaja. Mereka membuktikan bahwa jazz adalah genre yang tak mengenal batasan usia dan tetap bisa memikat seluruh generasi. Selain musik instrumental, Barry cs juga memukau penonton dengan vokal yang luar biasa dalam lagu-lagu seperti “Esok kan Masih Ada,” “So In Love,” hingga “Kau.”

Ardhito Pramono, penyanyi dan penulis lagu muda berbakat, menyusul dengan penampilan memukau setelah Barry Likumahuwa & The Rhythm Service. Vokalnya yang khas dan lagu-lagu penuh emosi berhasil menyentuh hati para penonton.

Panggung selanjutnya dikuasai oleh salah satu ikon musik Indonesia, Kahitna feat Arsy Widianto. Grup yang telah mengukir sejarah di dunia musik Indonesia dengan lagu-lagu abadi ini membawa suasana nostalgia dan kenangan manis bagi para penonton. Dengan aransemen musik khas dan vokal yang memukau, Kahitna berhasil mengajak semua orang untuk bernostalgia sejenak.

Penampilan spektakuler dari Ardhito Pramono dan Kahitna di TPJF 2023 adalah bukti kuat bahwa musik mereka tetap relevan dan dicintai oleh berbagai generasi. Para penggemar dari segala usia dapat menikmati penampilan penuh gairah dan makna dari keduanya.

“Bersama The Papandayan Jazz Fest 2023, kami berhasil memberikan pengalaman musik yang luar biasa bagi pecinta jazz di seluruh Indonesia. Kami bangga dapat mengakhiri acara ini dengan penampilan mengesankan dari Ardhito Pramono dan Kahitna. Semoga TPJF terus menjadi panggung bagi keindahan musik jazz,” ujar Bobby Renaldi, Pendiri TPJF.

Penutupan yang begitu luar biasa ini meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir. Antusiasme dan semangat para penonton mencerminkan betapa pentingnya festival ini dalam memperkaya dan memperluas apresiasi terhadap musik jazz di Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut tentang The Papandayan Jazz Fest dan acara mendatang, kunjungi www.tpjazzfest.com atau ikuti social media @tpjazzfest.

Karimata Obati Rindu Para Penggemarnya di The Papandayan Jazz Fest 2023 Hari Pertama

Bandung, 28 Oktober 2023 – The Papandayan Jazz Fest (TPJF) 2023 telah resmi dimulai, dengan ratusan penonton memadati area festival sejak pukul 13.00. Acara dimulai dengan penuh semangat bersama Music Clinic yang dipimpin oleh Sri Hanuraga di panggung TP Stage. Para peserta diajak untuk mendalami lebih dalam dasar-dasar jazz, strategi membangun solo yang memukau, dan pola latihan yang komprehensif.

TPJF tahun ini menampilkan enam panggung utama, termasuk Cimanuk Ballroom, Mirten Lounge, TP Stage, Tropical Garden, dan HB Grill Garden. Pada Panggung Mirten Lounge, Pianis Robert Mulyarahardja membuka acara dengan penampilan yang memukau. Sementara di panggung HB Grill Garden, Song bersaudara – Kelapa Muda, pemenang pertama The Papandayan International Online Jazz Competition 2021, menyajikan penampilan yang tak kalah menarik.

Tidak hanya itu, panggung Tropical Garden juga menampilkan Aneka Nada Selekta, duo DJ yang memutar beragam lagu nostalgia dengan suara mengalun dari perangkat audio dan piringan hitam. Mereka memainkan genre musik Disco, Rare Groove, dan City Pop di tengah-tengah pepohonan rindang dan air terjun, menciptakan suasana santai yang dilengkapi dengan bean bag untuk para pengunjung.

Suasana semakin meriah di sore hari dengan penampilan istimewa dari Special Project KSP x Wachdach di Suagi Grand Ballroom. Kolaborasi unik antara KSP dan Wachdach, dua band legendaris asal Bandung sejak tahun 1978, menghadirkan 24 musisi bersatu dalam satu panggung.

KSP X WACHDACH TPJF 2023 1

Tentu saja, penampilan yang paling dinantikan adalah dari legenda jazz Indonesia, Karimata. Mereka tampil dengan gemilang, membawa penonton dalam pengalaman musik yang luar biasa. Candra Darusman bersinar bersama Aminoto Kosin, Budhi Haryono, Indro Harjodikoro, Dony Koeswinarno, dan Kharis. Grup ini juga menghadirkan kolaborasi istimewa dengan musisi asal Bandung, Agis Kania, dan Eq Puradiredja yang membawakan lagu “Hari ini Milik Kita”. Penampilan memukau ini membuat penonton terbuai oleh alunan lagu jazz Karimata, termasuk hits seperti “Relief” dan “Cinderamata”.

Hari pertama TPJF ditutup dengan penampilan mengagumkan dari Maliq & D’Essentials. Ballroom Suagi dipenuhi oleh para penggemar yang menyanyikan lagu-lagu hits seperti Senja Teduh Pelita, Dia, Memori, dan lainnya bersama Angga cs selama satu jam penuh.

TPJF hari pertama juga menampilkan sejumlah musisi hebat seperti Art of Tree, Bintang Indrianto Project, Kevin Yosua, Aneka Nada Selekta, Sri Hanuraga trio, Shhibuea & Sshhocial Klabb, Teza Sumendra Feat Faye Risakota, dan penampilan istimewa dari Sekolah Tinggi Musik Bandung.

Tentang The Papandayan Jazz Fest

The Papandayan Jazz Fest merupakan perayaan tahunan musik jazz yang diselenggarakan di Hotel The Papandayan Bandung . Sejak awal penyelenggaraannya di tahun 2015, festival ini berkomitmen untuk mempromosikan dan melestarikan warisan budaya musik jazz yang kaya, sambil memberikan wadah bagi para seniman muda maupun yang berpengalaman untuk memamerkan talenta mereka. Dengan campuran yang dinamis antara pertunjukan, lokakarya, dan sesi interaktif, The Papandayan Jazz Fest menawarkan pengalaman unik bagi para penggemar musik dari berbagai tingkatan. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.tpjazzfest.com

Komitmen dan Konsistensi The Papandayan Jazz Fest dalam Membangun Ekosistem Musik Jazz di Bandung

Bandung, 17 Oktober 2023 –The Papandayan Jazz Fest (TPJF) telah memasuki tahun ke-8 penyelenggaraannya,tahun ini TPJF akan diselenggarakan pada tanggal 28 dan 29 Oktober 2023,di The Papandayan Hotel Bandung.

Para pecinta musik akan dapat menyaksikan penampilan dari 200 musisi, 50 artis dalam negeri, dalam lebih dari 50 pertunjukan, antara lain musisi yang akan tampil adalah Barry Likumahuwa & The Rhythm Service, Karimata, Ardhito Pramono, Kahitna feat Arsy Widianto, Dwiki Dharmawan, KSP x Wachdach (special project), Gerald Situmorang, Sarah n’ Soul, art Of Tree, Teza Sumendra, Oele Patiselano, dan banyak lagi.

TPJF lahir dari semangat untuk memajukan dan mengangkat musik jazz di Bandung. Di awal pendiriannya TPJF di inisiasi oleh Bobby Renaldi, Harry Pocang dan Vence Manuhutu yang tergabung dalam TP Jazz Management yang memiliki dedikasi tinggi terhadap musik jazz, dengan tujuan menciptakan wadah bagi para musisi jazz lokal untuk berkarya dan berkolaborasi, sehingga mendorong terbentuklah sebuah ekosistem musik yang baik sekaligus turut memajukan industri musik tanah air khususnya di Bandung hingga tingkat internasional.

The Papandayan Jazz Fest juga mengedepankan pendidikan di dalam komunitasnya dengan menyajikan Music Clinic di setiap festivalnya. Tahun ini, Music Clinic diisi oleh pemateri Sri Hanuraga dan Barry Likumahua dengan tema“Basic Jazz Vocabulary” dan “Rhythm & Groove”. Melalui workshop dan kelas musik, festival ini bekerjasama dengan beberapa sekolah dan universitas jurusan seni musik dengan menfasiltasi murid-murid danparamahasiswanya untuk dapat mengikuti materi music clinic secara gratis, sekaligusmemberikan kesempatan bagi masyarakat umum yang memiliki ketertarikan mempelajari lebih dalam lagitentang musik jazz dan mengembangkan keterampilan mereka.

Komitmen dan konsistensi TP Jazz Management diwujudkan melalui perwujudan program penampilan music mingguan TP Jazz Weekend, program konser music tri-wulan Road to TPJF, program tahunan TP Jazz International Online Competition serta pemanfaatan panggung music berkualitas tinggi yaitu TP Stage hingga program pesta music jazz tahunan The Papandayan Jazz Fest dalam membangun komunitas musik jazz di Bandung telah menjadi tonggak penting dalam perkembangan musik jazz di kota ini.  Selain itu dalam setiap penyelenggaraannya,  TPJF memberikan penghargaan bagi para musisi jazz yang telah berjasa besar pada pengembangan music jazz di tanah air. Festival ini memberikan apresiasi penghargaan ‘LifetimeAchievement Award’ bagi tokoh-tokoh musisi yang telah memiliki peran dankontribusi besar dalam perkembangan musik di tanah air khususnya musik Jazz.

TPJF 2023 juga menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, sepertiberkolabrasi beberapa komunitas kreatifseperti : Titik Kumpul,Musik Halaman,Ruang Putih, dan USBP,bahkan TPJF juga berkolaborasi dengan para pengusaha alat musik seperti Tiga Negeri Music House, dan pelaku industri musik lainnya, kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong perkembangan industri kreatif khususnya sub sektor musik di kota Bandung.

Dengan menyelenggarakan acara secara rutin, The Papandayan Jazz Fest juga dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi kota Bandung. Hotel, restoran, dan berbagai usaha kecil, salah satunya dengan memfasilitasi para pelaku UMKM di kota Bandung untuk berpartisipasi mengisistand/booth yang telah disiapkan oleh TPJF agar semua pihak dapat  turut merasakan manfaat dari kunjungan ribuan penggemar musik yang datang untuk menikmati festival.

The Papandayan Jazz Fest telah menunjukkan komitmennya dengan mengadakan festival secara rutin setiap tahunnya. Hal ini memberikan prediktabilitas bagi para pecinta jazz di Bandung dan menciptakan momentum yang selalu dinantikan.

Diselenggarakannya kembali The Papandayan Jazz Festival 2023 yang ke-8 inimembuktikan bahwa musik jazz memiliki tempat yang kuat di hati masyarakat Bandung. The Papandayan Jazz Fest bukan sekadar festival, tetapi juga merupakan gerbong penting dalam mempertahankan dan mengembangkan kualitas dan industri musik jazz di Indonesia, khususnya di Bandung.

 

Penyerahan Piala dan Hadiah The Papandayan Internasional Jazz Online Competition Menyempurnakan Acara TPJF 2023

The Papandayan International Online Jazz Competition (TPJC)

 

Bandung, 29 Oktober 2023 –  Acara penyerahan Piala dan Hadiah The Papandayan Internasional Jazz Online Competition  (TPJC) telah ditetapkan sebagai puncak dari rangkaian acara TPJF 2023. TPJC sendiri telah berhasil dilaksanakan pada bulan Juni lalu, di mana band asal Belanda dan Yogyakarta keluar sebagai juara pada babak final yang diadakan secara hybrid di Cimanuk Ballroom, Hotel The Papandayan.

Melalui proses seleksi dan penilaian yang ketat, Dewan Juri berhasil menentukan 5 band sebagai pemenang kompetisi tahun ini. Pada kategori Jazz Warrior, juara kedua diraih oleh band asal Jakarta, Sshhibuea & The Sshhocial Klabb, sedangkan juara pertamanya jatuh kepada band asal Belanda, Up Front Jazz Collective.

Sementara itu, dalam kategori Youth Jazz, juara ketiga berhasil diraih oleh band asal kota pahlawan, One Rhythm Surabaya, yang berhasil membalaskan kekalahan dari tahun sebelumnya di babak final. Juara kedua diberikan kepada band Bandung, Eventide, sementara juara pertamanya adalah Social Call, band asal Bantul, Yogyakarta.

Penghargaan TPJC Best Young New Talent 2023 dengan bangga diberikan kepada I Gede Nayaka Farell, gitaris dari band Social Call, yang berhasil meraih juara pertama dalam kategori Youth Jazz. Meskipun usianya baru 17 tahun, Nayaka diakui oleh para juri sebagai penerima yang memenuhi syarat kategori TPJC Best Young New Talent.

Para pemenang TPJC hadir dengan gemilang di Mirten Lounge The Papandayan, dan mereka juga merupakan bagian dari line-up yang tampil dalam acara TPJF tahun ini. Selain dari kehormatan tampil di atas panggung, para pemenang juga berhak mendapatkan hadiah tunai senilai ratusan juta rupiah, sertifikat, dan piala berlapis emas murni. Hadiah-hadiah ini diserahkan dengan penuh kehangatan oleh para juri TPJC, yaitu Hari Pochang, Dwiki Dharmawan, dan Venche Manuhutu.

Tentang The Papandayan International Online Jazz Competition (TPJC)

TPJC adalah kompetisi band jazz internasional dengan konsep hybrid yang menggabungkan elemen virtual melalui platform konferensi online dan media sosial. Kompetisi ini terbuka untuk grup musisi jazz, baik yang berstatus profesional maupun amatir, dari berbagai usia di seluruh penjuru dunia. Dibagi menjadi dua kategori usia, yakni Youth Jazz (dibawah 23 tahun) dan Jazz Warrior (23 tahun ke atas), TPJC memberikan panggung bagi bakat-bakat muda dan berpengalaman untuk menunjukkan kebolehan mereka dalam dunia jazz.

Para musisi jazz dari berbagai penjuru dunia dapat memperlihatkan bakat mereka dan berkesempatan untuk merintis karier di industri pertunjukan jazz melalui kreativitas yang mereka tampilkan, hanya dengan mengirimkan video pertunjukan mereka secara daring.

TPJC juga menampilkan dewan juri yang terdiri dari tokoh-tokoh besar dalam dunia jazz, seperti saksofonis terkenal asal Belanda, Ben Van Gelder, bersama dengan para musisi senior Indonesia seperti Dwiki Dharmawan, Barry Likumahuwa, Venche Manuhutu, dan seniman terkemuka dari Bandung, yaitu Hari Pochang. Keberadaan dewan juri ini memberikan nilai tambah serta menambah kredibilitas kompetisi ini.

TPJF Menghadiahkan Lifetime Achievement Award untuk Idang Rasjidi

Lifetime achievement Idang Rasjidi

Bandung, 29 Oktober 2023 – The Papandayan Jazz Fest (TPJF) terus menghargai dedikasi para musisi jazz yang telah memberikan kontribusi besar dalam perkembangan musik jazz di Indonesia. Kali ini, TPJF memberikan apresiasi dalam bentuk ‘Lifetime Achievement Award’ kepada tokoh musik jazz terkemuka yang telah memainkan peran penting dalam memajukan musik di tanah air.

Penerima penghargaan tahun ini adalah Idang Rasjidi, seorang virtuoso jazz yang dikenal karena keahliannya dalam memainkan piano. Ia mampu menghadirkan piano sebagai suara utama sementara vokalnya menggambarkan suara berbagai alat musik seperti trumpet, trombone, dan perkusi.

Seringkali tampil di panggung TP Jazz, dari program mingguan TP Jazz Weekend, Road to TPJF, hingga festival tahunan TPJF, Idang Rasjidi telah memberikan kontribusi berarti terhadap musik jazz di Indonesia. Selain sebagai musisi, Idang Rasjidi juga dianggap sebagai bagian dari keluarga besar TP Jazz, membuat penghargaan ini menjadi penghormatan istimewa dari TP Jazz kepada almarhum yang turut memberikan dukungan besar terhadap perkembangan TP Jazz dan musik jazz di kota Bandung.

Penghargaan ini secara emosional diterima oleh anak sulung Idang, Shadu Rasjidi. Saat momen penyerahan penghargaan, Shadu berbagi, “Saya yakin bahwa ini bukan hanya sebuah penghargaan semata, melainkan juga sebuah bentuk kasih sayang dan cinta yang tulus untuk ayah saya. Dari lubuk hati yang terdalam, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada keluarga TP Jazz Fest. Semoga semangat ayahku akan selalu hidup di hati kita semua.”

Tentang The Papandayan Jazz Fest

The Papandayan Jazz Fest merupakan perayaan tahunan musik jazz yang diselenggarakan di Hotel The Papandayan Bandung . Sejak awal penyelenggaraannya di tahun 2015, festival ini berkomitmen untuk mempromosikan dan melestarikan warisan budaya musik jazz yang kaya, sambil memberikan wadah bagi para seniman muda maupun yang berpengalaman untuk memamerkan talenta mereka. Dengan campuran yang dinamis antara pertunjukan, lokakarya, dan sesi interaktif, The Papandayan Jazz Fest menawarkan pengalaman unik bagi para penggemar musik dari berbagai tingkatan. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.tpjazzfest.com

 

Suasana Meriah di The Papandayan Jazz Fest Bersama Special Project KSP x Wachdach

KSP X WACHDACH TPJF 2023 1

Bandung, 28 Oktober 2023 — Suasana sore semakin meriah di The Papandayan Jazz Fest, terutama dengan penampilan istimewa yang hanya dapat dinikmati di TPJF, yaitu Special Project KSP x Wachdach yang berlangsung di Suagi Grand Ballroom. KSP dan Wachdach, band legendaris asal Bandung yang telah memulai perjalanan musiknya sejak tahun 1978, menyajikan kolaborasi eksklusif ini di TPJF, menghadirkan 24 musisi bersatu dalam satu panggung.

WACHDACH TPJF 2023 1

Pertunjukan dibuka dengan gemilang oleh Wachdach dengan lagu “You’ll Never Find”. Kang Erlan cs membawa semangat dan energi yang tak kalah memukau seperti para musisi muda. Setelah menghadirkan delapan lagu, giliran KSP memegang kendali panggung dengan lagu pembuka “In The Stone”.

Di tengah penampilan mereka, KSP memberikan tribute kepada Martin Saba (Vokalis) dan Ivan Imran Indramsyah (Trombon) yang telah berpulang beberapa tahun lalu, menciptakan suasana yang begitu syahdu dan membiarkan penonton terhanyut dalam balada berjudul “After The Love is Gone”.

Dan yang dinanti-nanti,  pengunjung dengan penuh antusias menantikan momen di mana kedua band ini membawakan lagu bersama-sama. Panggung dipenuhi oleh 24 musisi legendaris Bandung tersebut, sementara pengunjung ikut serta menari bersama irama lagu saat mereka membawakan “Let Your Feel Show” dan “Sistem of Survival”.

 

Tentang The Papandayan Jazz Fest

The Papandayan Jazz Fest merupakan perayaan tahunan musik jazz yang diselenggarakan di Hotel The Papandayan Bandung . Sejak awal penyelenggaraannya di tahun 2015, festival ini berkomitmen untuk mempromosikan dan melestarikan warisan budaya musik jazz yang kaya, sambil memberikan wadah bagi para seniman muda maupun yang berpengalaman untuk memamerkan talenta mereka. Dengan campuran yang dinamis antara pertunjukan, lokakarya, dan sesi interaktif, The Papandayan Jazz Fest menawarkan pengalaman unik bagi para penggemar musik dari berbagai tingkatan. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.tpjazzfest.com

The Papandayan Jazz Fest 2023 Suarakan Edukasi dan Inspirasi

Bandung, 28 Oktober 2023 — The Papandayan Jazz Fest 2023 tidak sekadar menghadirkan pertunjukan musik, tetapi juga memiliki komitmen terhadap pendidikan musik! Selama dua hari penyelenggaraannya, TPJF dibuka setiap harinya dengan program Music Clinic yang dipersembahkan oleh para musisi jazz terkemuka. Pada kali ini, Music Clinic dipimpin oleh Sri Hanuraga pada hari pertama dan Barry Likumahuwa pada hari kedua, yang membawakan materi bertajuk “Basic Jazz Vocabulary” & “Rhythm & Groove”. Bertempat di TP Stage Hotel The Papandayan, terlihat sejumlah mahasiswa musik turut memeriahkan sesi coaching clinic yang sarat informasi ini.

Dalam sesi yang dipimpin oleh Sri Hanuraga, para peserta diajak untuk lebih mendalami dasar-dasar jazz, strategi untuk membangun solo yang memukau, serta pola latihan yang komprehensif. Materi yang disajikan memberikan wawasan berharga tentang esensi musik jazz, memberikan pengetahuan praktis, dan memotivasi peserta untuk meningkatkan kualitas perjalanan musik mereka.

Sri Hanuraga Music Clinic TPJF

Berbeda dengan Sri Hanuraga, Barry Likumahuwa, seorang bassist, membawakan materi Rhythm & Groove yang menjelaskan bagaimana bass merupakan instrumen dasar yang memegang peran penting. Ia menyoroti bagaimana bass dapat dieksplorasi secara percussive, harmoni, dan melodi sambil mempraktikkan beberapa notasi kepada para peserta.

Music CIlinic Barry Likumahuwa TPJF

Music Clinic telah menjadi program tetap dan khas di TPJF, Bobby Renaldi Founder TP Jazz mengatakan “Tidak hanya sebuah program, Music Clinic adalah fondasi kuat dari komitmen mendalam manajemen TP Jazz terhadap pendidikan musik. Hal ini menjadi bukti nyata akan keinginan kami untuk membentuk ekosistem musik yang kokoh dan berkelanjutan di kota Bandung.”

Seiring berjalannya festival, para pengunjung dapat menantikan berbagai rangkaian acara, termasuk pertunjukan, pasar jazz, taman vynil, dan kolaborasi menarik yang dijamin akan memikat para pecinta jazz dari segala lapisan masyarakat.

 

Tentang The Papandayan Jazz Fest

The Papandayan Jazz Fest merupakan perayaan tahunan musik jazz yang diselenggarakan di Hotel The Papandayan Bandung . Sejak awal penyelenggaraannya di tahun 2015, festival ini berkomitmen untuk mempromosikan dan melestarikan warisan budaya musik jazz yang kaya, sambil memberikan wadah bagi para seniman muda maupun yang berpengalaman untuk memamerkan talenta mereka. Dengan campuran yang dinamis antara pertunjukan, lokakarya, dan sesi interaktif, The Papandayan Jazz Fest menawarkan pengalaman unik bagi para penggemar musik dari berbagai tingkatan. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.tpjazzfest.com

The Papandayan Raih Penghargaan Haute Grandeur 2023 untuk Kategori Hotel dan Restoran

Bandung, 27 Juli 2023 – The Papandayan dengan bangga mengumumkan keberhasilannya meraih penghargaan prestisius Haute Grandeur Global Awards 2023. Acara penghargaan yang dikenal karena mengakui keunggulan dalam industri perhotelan, memberikan empat penghargaan bergengsi kepada The Papandayan.

Untuk kategori hotel The Papandayan memenangkan penghargaan Best Sustainable Hotel in Asia dan Best Hotel Service in Indonesia.  Sedangkan untuk kategori restaurant The Papandayan meraih penghargaan Best Indonesian Cuisine on a Global Level dan Best Restaurant Ambience in Indonesia.

The Papandayan, berdiri sejak tahun 1990, adalah bukti nyata dari komitmen keberlanjutan dalam bisnis yang berfokus pada pencapaian tujuan ekonomi dan keuntungan jangka panjang. Hotel ini secara aktif berpartisipasi dalam mengelola dampak terhadap lingkungan, masyarakat, dan ekonomi, serta berupaya memberikan solusi yang menguntungkan dan berkelanjutan.

Lebih lanjut mengenai keberlanjutan dalam bisnis, terdapat hubungan erat dengan kesinambungan ekonomi. Penghargaan masakan Indonesia terbaik yang diraih oleh Pago Restaurant menjadi bagian dari misi untuk mempromosikan dan melestarikan warisan kuliner Indonesia, dilengkapi dengan desain dan dekorasi yang apik, serta atmosfer yang tenang untuk pengalaman bersantap yang sempurna.

Manajemen dan seluruh staf The Papandayan dengan tulus mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh tamu dan para pemangku kepentingan atas penghargaan ini. Penghargaan bergengsi ini mencerminkan dedikasi tanpa henti dari seluruh tim dalam menjalankan praktik keberlanjutan, memberikan pelayanan yang unggul, dan menguasai seni kuliner.

Bobby Renaldi – General Manager The Papandayan mengatakan “Penghargaan ini menginspirasi kami untuk terus berusaha membangun citra positif, meningkatkan daya tarik bagi para tamu dalam mencapai keunggulan pada semua aspek operasional hotel dan restoran kami, serta berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan secara keseluruhan”

 

 

Sembilan Peserta TPJC 2023 Lolos Ke Tahap Semifinal

Bandung, 4 Mei 2023– The Papandayan International Online Jazz Competition 2023 kini memasuki babak semifinal. Telah terkumpul 22 peserta yang lolos kualifikasi pada Pendaftaran yang ditutup pada 30 April 2023 lalu.

Setelah melalui proses penyeleksian yang cukup ketat oleh dewan juri yang terdiri dari Saksofonis asal Belanda Ben Van Gelder, Dwiki Dharmawan, Venche Manuhutu, seniman senior Bandung, Hari Pochang,  dan juri baru di tahun ini yakni Barry Likumahua, panitia TPJF telah menerima hasil penilaian dari seluruh dewan juri dengan hasil 9 peserta lolos untuk masuk ke tahap semifinal.

Berikut nama peserta yang lolos untuk masuk ke tahap semifinal, sshhibuea & the sshhocial klabb, IJW Organ Trio, J4 dari Jakarta, Up Front Jazz Collective dari Belanda, Eventide, BV Utama,  Jazzjus, dari Bandung, One Rhythm Surabaya dan Social Call band asal Yogyakarta.

Selanjutnya para peserta akan memasuki tahap semifinal yang akan dimulai dari tanggal 4 Mei hingga 17 Mei 2023, dengan ketentuan sembilan semifinalis harus mengirimkan video 1 lagu bebas yang diaransemen jazz. Penjurian semifinal akan dilaksanakan secara offline di The Papandayan pada tanggal 23 Mei 2023, dimana para juri akan menentukan 5 peserta untuk melaju ke babak final.

International Jazz Competition adalah kompetisi band jazz yang dilaksanakan secara virtual menggunakan platform Zoom conference dan social media untuk menemukan talenta jazz baru dan membantu mengenalkan musisi jazz baru Indonesia.

TPJC adalah kompetisi band jazz internasional berkonsep hybrid yang diadakan secara virtual menggunakan platform konferensi online dan media sosial. Kompetisi ini terbuka untuk grup profesional dan amatir dari segala usia di seluruh dunia, yang terbagi menjadi dua kategori usia yakni Youth Jazz, usia dibawah 23  tahun dan Jazz Warrior untuk usia diatas 23 tahun.

Musisi jazz dari seluruh dunia dapat menunjukkan bakat mereka dan memiliki kesempatan untuk mengembangkan eksistensi mereka di industri pertunjukan jazz melalui kreativitas mereka, hanya dengan mengirimkan video secara online.

Selain berkesempatan tampil di TPJF 2023, pemenang juga akan memperebutkan total hadiah sebesar 100 juta Rupiah, piala berlapis emas dan sertifikat, dan kolaborasi dengan musisi dunia ternama.  Panduan dan informasi untuk bergabung di TPJC dapat diakses melalui www.tpjazzfest.com

THE PAPANDAYAN RAIH PENGHARGAAAN INDONESIA LEADING LIFESTYLE HOTEL 2021

Siaran Pers

Bandung,  21 Desember 2021 – Menutup tahun 2021 The Papandayan Hotel berhasil meraih penghargaan bergengsi pada ajang Indonesia Travel & Tourism Award 2021/2022 (ITTA) yang ke-12 dengan kategori “Indonesia Leading Lifestyle Hotel 2021”

Penghargaan Indonesia Leading Lifestyle Hotel 2021 diterima oleh General Manager The Papandayan – R. Bobby Renaldi pada malam penghargaan yang dilaksanakan di Gedung Tribrata Dharmawangsa Jakarta, 15 Desember 2021 lalu.  

Nominasi ITTA berasal dari sektor perhotelan, resor, travel agent, tempat wisata, hingga restoran yang memiliki pelayanan serta fasilitas terbaik bagi para wisatawan. Penghargaan ITTA diberikan untuk memberikan apresiasi dan mendorong sektor-sektor industri pariwisata lainnya untuk dapat berkontribusi lebih demi terjadinya peningkatan kualitas yang berkelanjutan.

ITTA Foundation merupakan sebuah organisasi non-pemerintahan yang didirikan pada tahun 2010 dan berfokus pada pertumbuhan dan  perkembangan industri pariwisata Indonesia.

“penghargaan ini merupakan pencapaian dan kado terbaik di penghujung tahun 2021 bagi Manajemen dan mitra kerja atas kerja keras dan dedikasinya ,  sekaligus pembuktian atas komitmen kami terhadap keramahan yang menjanjikan lebih dari sekadar tempat menginap dengan melengkapi pengalaman tamu dengan program yang terinspirasi dari lifestyle seperti musik, pertunjukan, pengembangan seni, kuliner, dan local talent “  Ujar Bobby Renaldi, General Manager – The Papandayan.